Di Balik Ramainya Mie Mapan: Cita Rasa Konsisten Sejak Tahun 1992

Penulis Oleh Farras Syakira
Editor Oleh Renata Ardelia


Mie Mapan Rungkut Mapan Tengah, 2 April 2026
(Farras Syakira/queensmedia.com)


Surabaya - Mie Mapan memulai perjalanannya sejak tahun 1992 dari teras rumah di kawasan Rungkut Mapan Tengah, Surabaya. Tempat ini didirikan oleh pasangan suami istri, Ting Yek Sin dan Jang Hwa Heng, dan awalnya dikenal sebagai "Bakmi BG" atau "Bakmi Buri Gereja".


Mie Mapan mulai dikenal luas oleh masyarakat pada tahun 2007, kemudian memperluas cabangnya ke berbagai kota di Indonesia, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kediri, Bali, dan Jakarta. 


Perkembangan tersebut didukung oleh komitmen keluarga dalam mempertahankan resep turun-temurun serta menjaga kualitas rasa yang konsisten. Hingga kini, Mie Mapan tetap bertahan di tengah persaingan dengan mengandalkan konsistensi rasa, kualitas, dan pelayanannya.

“Mie Mapan selalu ramai karena konsistensi rasanya. Itu yang membuat pelanggan terus kembali ke sini,” ujar salah satu karyawan.


Terkait operasional, ia menyebutkan bahwa jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 100 orang per hari. 


  "Biasanya paling ramai itu saat jam makan siang, sekitar pukul 12.00-13.00, dan malam hari pukul 18.00-19.00," jelasnya.


Suasana Makan Siang di Mie Mapan, 2 April 2026
(Farras Syakira/queensmedia.com)


Perjalanan Mie Mapan menjadi bukti bahwa usaha yang dimulai dari skala kecil dapat berkembang menjadi bisnis besar melalui proses panjang yang dijalani secara konsisten.





Infografis Perkembangan Mie Mapan






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Tempo Dulu, Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari Gunakan Keping Kayu

Pesona Klasik nan Modern: Rahasia Kehangatan Malam Jumat bagi Sang Pencari Berkah

Pendaftaran GenBI 2026 UPNVJT Ditutup, Ratusan Mahasiswa Mendaftar dan Lolos Tahap 1