Suasana Tempo Dulu, Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari Gunakan Keping Kayu
Penulis Devinta Maharani | Editor Farras Syakira Ardiyanti
![]() |
| Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari |
Surabaya – Suasana berbeda saat berada di Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari. Destinasi wisata kuliner yang unik, menghadirkan konsep tradisional dengan sentuhan khas perdesaan. Pasar yang dikelilingi bambu serta dekorasi terbuat dari bahan serupa, membuat suasana terasa teduh dan damai. Beroperasi sejak bulan Juli 2024, pasar ndeso ini berada di Jl. Jeruk Gg. IV, RW.002, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.
Keunikan utama pasar Ndeso ini terletak pada penggunaan keping kayu sebagai alat pembayaran yang memberikan pengalaman transaksi berbeda bagi pengunjung. Pengunjung tidak langsung menggunakan uang rupiah, tetapi menggunakan keping yang harus ditukar terlebih dahulu.
![]() |
| Keping kayu dan nasi pecel |
Pasar ini menjual berbagai kuliner khas Surabaya dan Jawa Timur sebagai daya tarik. Mulai dari nasi pecel, urap-urap, lontong mie, lupis, kucur, wedang angsle, ronde, sinom, beras kencur, dan lain-lain. Harga makanan sangat terjangkau mulai dari satu keping kayu.
“Banyak peminat dari warga Surabaya karena mencari makanan-makanan jadul atau zaman dahulu” ujar Kusnul Khotimah.
Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari hanya buka saat akhir pekan saja. Jadwal khususnya yaitu hari Sabtu buka pukul 16.00 hingga pukul 22.00 WIB, sedangkan pada hari Minggu buka lebih pagi, dari pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.
![]() | |
|
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Komentar
Posting Komentar