Postingan

Ramai di Alun-Alun Sidoarjo, "Satshoot" Tangkap Peluang Lewat Street Photobooth

Gambar
Penulis oleh Wibiana Putri Rachmadani Editor oleh Linggar Apritataqwa Satshoot di Alun-Alun Sidoarjo setelah Renovasi (Wibiana/queensmedia) SIDOARJO -   Keramaian di Alun-Alun Sidoarjo pasca renovasi tak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga membuka peluang baru. Setiap akhir pekan, kawasan ini dipadati pengunjung yang datang untuk sekadar berjalan-jalan, nongkrong, atau menikmati suasana. Di tengah keramaian itu, muncul satu titik yang cukup menarik perhatian, yakni street photobooth. Ide ini datang dari dua mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim di balik Satshoot. Atha dan Edo melihat peluang untuk membuka photobooth disana ketika Alun-Alun Sidoarjo sudah dibuka lagi, tepatnya di hari Jumat. Di luar dugaan, respons pengunjung langsung tinggi. "Waktu itu kita coba buka, ternyata langsung ramai," ujar Atha selaku owner Satshoot. Melihat antusiasme tersebut, Atha dan Edo mulai menyadari bahwa ini bisa lebih dari sekadar "iseng". Apalagi, tren photobooth  ...

Sutradara Perempuan Kinne Komunikasi Tampilkan Film "Pinta Maaf" dalam Studi Banding di Malang

Gambar
Penulis oleh Devi Citra Lestari Editor oleh Wibiana Putri Rachmadani Sesi Screening Film Pinta Maaf di Studi Banding Teras (Foto: Devi Citra Lestari) SURABAYA – TERAS (Temu Bareng Sineas), merupakan kegiatan studi banding antara Kinne Komunikasi dengan komunitas Nol Derajat Universitas Brawijaya yang menghadirkan sesi screening karya mahasiswa di Malang. Salah satu film yang mencuri perhatian adalah Pinta Maaf , karya sutradara perempuan Elian Angkasa. Film tersebut menjadi representasi dari berkembangnya peran perempuan di dunia perfilman mahasiswa, khususnya di lingkungan Kinne Komunikasi. Melalui karya ini, Elian Berhasil menghadirkan cerita yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman emosional. Dalam sesi diskusi setelah screening, Elian menjelaskan bahwa film Pinta Maaf berawal dari program Garfil (Garap Film), sebuah proyek produksi film di Kinne yang mengharuskan setiap sutradara melakukan pitching ide. “Awalnya dari Garfil, konsepnya kami harus pitchin...

Dari Lapangan ke Layar: Beban dan Adaptasi Kader Surabaya Hebat

Gambar
Penulis: Renata Ardelia Editor: Shofiyyah KSH Kelurahan Rungkut Menanggal ( Foto: Dokumentasi Pribadi) Surabaya -  Pagi di salah satu sudut permukiman Surabaya, sejumlah perempuan berompi merah mengetuk pintu rumah warga satu per satu. Mereka adalah bagian dari Kader Surabaya Hebat (KSH), program pemberdayaan ribuan warga yang digagas Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk memantau kondisi sosial hingga kesehatan di tingkat RT dan RW secara langsung. Di antara ribuan kader itu, ada Ibu Ani Novita (52). Ia telah menjadi bagian dari KSH selama lima tahun, sejak awal program ini berjalan. Bagi Ibu Ani, peran sebagai kader bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari keseharian yang terus berkembang seiring waktu. “Awalnya hanya pemeriksaan jentik saja. Tapi, sekarang lebih banyak tugasnya, mulai dari posyandu ibu hamil, balita, lansia, sampai kunjungan rutin ke rumah warga setiap minggu,” ujar Ibu Ani. KSH berinteraksi dengan warga saat kunjungan rutin mingguan sebagai b...

Kisah Pemudik Menuju “Rumah” di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda

Gambar
Penulis dan Infografis oleh Alysha Zahra Dewantoro Disunting oleh Amorita Azzahra Bandara Internasional Juanda, 15 Maret 2026 (Alysha Zahra Dewantoro/queensmedia.com) Surabaya – Lebaran 2026 tinggal menghitung hari, perantau mulai berbondong-bondong untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. Dapat terlihat di terminal 1 Bandara Internasional Juanda meskipun sudah memasuki tanggal ketika arus mudik mulai tetapi, suasananya tidak ramai dan cukup sepi. Antrian bagasi lancar dan tertata terkhususnya di antrian bagasi maskapai Citilink di terminal 1. Pantauan di lokasi sejumlah pemudik membawa koper dan tas serta, kardus yang berisi oleh-oleh untuk keluarga di rumah.             Cantika (20), salah satu pemudik ditanyai mengenai rencana mudiknya dalam rangka libur lebaran tahun 2026 ini. Cantika sedang duduk di Gate 4 ketika ditanyai karena rencana keberangkatannya menuju Palangka Raya. “Mungkin belum sampai sebulan,” uja...

Di Balik Bunga Duka, Penjual Bertahan Menghidupi Harapan Sehari-Hari

Gambar
Penulis oleh Shofiyyah  Editor oleh Luthfiisya Prasetya TPU Kalianak Jl. Demak, 22 Maret 2026  (Shofiyyah/queensmedia.com) Surabaya— Di kawasan TPU Kalianak Jl. Demak, atau yang juga dikenal sebagai Makam Mbah Ratu, aktivitas tidak hanya diisi oleh peziarah yang datang membawa doa. Di tempat yang lekat dengan suasana duka ini, para penjual bunga menggantungkan hidup dari setiap kantong bunga tabur yang mereka jual setiap hari. Sri Sinis Jawati menjadi salah satu penjual yang telah bertahan lebih dari 10 tahun. Sejak pagi hingga menjelang magrib, ia setia menunggu pembeli di sekitar area makam. Usaha ini dijalaninya sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam kesehariannya, Sri bisa menjual lebih dari seratus kantong bunga. Namun, jumlah tersebut tidak selalu pasti. Ada kalanya dagangan laris, tetapi tidak jarang pula ia harus pulang tanpa membawa hasil sama sekali. Kondisi ini dipengaruhi oleh momen tertentu yang menentukan ramainya pembeli. Menjela...

Lebaran Tanpa Pulang, Mahasiswa Perantau Menyimpan Rindu di Surabaya

Gambar
Penulis oleh Shofiyyah   Editor oleh Luthfiisya Prasetya Suasana Lebaran Mahasiswa Perantau yang Tidak Pulang Kampung, 24 Maret 2026 (Shofiyyah/queensmedia.com) Surabaya – Di tengah momen hangat menjelang Lebaran, saat banyak orang bersiap pulang dan berkumpul bersama keluarga, mahasiswa perantau di UPN “Veteran” Jawa Timur justru dihadapkan pada dilema. Alih-alih kembali ke kampung halaman, sebagian dari mereka memilih tetap tinggal di Surabaya karena berbagai alasan, mulai dari tugas kuliah, mahalnya tiket transportasi, hingga keterbatasan waktu libur. Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan, seperti yang dirasakan Fathinah Najla’Islamiah, mahasiswi Ilmu Komunikasi asal Bima, mengaku telah dua tahun berturut-turut tidak pulang saat Lebaran. Ia sebenarnya sempat memiliki keinginan untuk kembali ke kampung halaman, namun harus mengurungkan niat karena tanggung jawab akademik yang menumpuk. Menurutnya, tugas kuliah yang mendekati ujian menjadi faktor utama yang membuatnya te...

Inovasi Takjil Kekinian, Risol Matcha Viral Berkah UMKM di Bulan Ramadan

Gambar
Penulis Luthfiisya Prasetya | Editor Alysha Zahra D. Bukan hanya sebagai camilan berbuka, inovasi Risol Matcha yang memiliki cita rasa unik dan strategi pemasaran digital, menjadi tren kuliner yang membuka kesempatan ekonomi pelaku usaha lokal. Potret Risol Matcha kekinian yang ramai diburu pembeli jelang berbuka puasa (Tiktok.com/@risoleshavi) Aroma gorengan hangat mulai tercium menjelang waktu berbuka di kawasan Penjaringan Sari, Surabaya. Di antara deretan jajanan takjil, sebuah stan sederhana tampak dipadati pembeli yang rela mengantre. Bukan risol biasa, melainkan risol dengan isian vla matcha yang tengah viral di media sosial. Tren kuliner ini mencuat setelah ramai diperbincangkan di TikTok. Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampaknya adalah Risoles Havi. Sejak pertama kali diperkenalkan, risol matcha ini langsung menarik perhatian, terutama selama bulan Ramadan saat masyarakat berburu takjil unik untuk berbuka puasa. Dengan harga Rp5.000 per buah, pembeli sudah bisa menik...

Kelompok Tani Kosagrha Lestari Hadirkan Kebun Hidroponik di Tengah Kota Surabaya

Gambar
Penulis: Linggar Apritataqwa Giandivari Editor: Erlinda Novia Wulandari Kosagrha Lestari Surabaya - Di tengah padatnya kehidupan kota seperti Surabaya, keberadaan kebun sayur mungkin bukan pemandangan yang umum. Deretan bangunan, jalan raya yang ramai, dan aktivitas perkotaan yang tak pernah berhenti sering kali membuat orang berpikir bahwa berkebun hanya mungkin dilakukan di desa atau wilayah pinggiran kota. Namun, di salah satu sudut Medayu Selatan, sekelompok warga justru membuktikan hal sebaliknya.  Melalui Kelompok Tani Kosagrha Lestari, warga memanfaatkan lahan yang sebelumnya terbengkalai untuk menanam berbagai jenis sayuran dengan metode hidroponik.  Dulunya lahan ini hanya dipenuhi semak liar dan tidak pernah dimanfaatkan, kini menjadi kebun kecil yang hijau dan hidup hadir sebagai oase segar di tengah padatnya lingkungan organisasi kota. Ketua Kelompok Tani Kosagrha Lestari, Ibu Pridha menjelaskan bahwa pengajaran berkebun ini berawal dari kepedulian warga terhadap ...

Pendaftaran GenBI 2026 UPNVJT Ditutup, Ratusan Mahasiswa Mendaftar dan Lolos Tahap 1

Gambar
Penulis: Erlinda Novia Wulandari Editor: Devinta Maharani             Sejumlah mahasiswa menunggu proses pemberkasan Beasiswa GenBI di lokasi layanan kampus menjelang penutupan pendaftaran, Selasa (7/4). (Foto: Dokumentasi Pribadi)     Surabaya, 7 April 2026 - Pendaftaran Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) 2026 di UPN “Veteran” Jawa Timur resmi ditutup pada Selasa (7/4) dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa. Tercatat lebih dari 400 mahasiswa mendaftar, dan sekitar 200 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi tahap pertama pada hari yang sama. Memasuki batas akhir pendaftaran, sejumlah mahasiswa tampak bergegas menyelesaikan berkas administrasi di lokasi layanan kampus. Fenomena last minute submission pun terjadi, di mana banyak pendaftar baru mengunggah dokumen pada detik-detik terakhir sebelum penutupan. Salah satu pendaftar, Putri, mengaku harus berpacu dengan waktu untuk melengkapi persyaratan yang cukup banyak. “Saya baru ...

Suasana Tempo Dulu, Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari Gunakan Keping Kayu

Gambar
Penulis Devinta Maharani | Editor Farras Syakira Ardiyanti Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari Surabaya – Suasana berbeda saat berada di Pasar Ndeso Nyi Pandan Sari. Destinasi wisata kuliner yang unik, menghadirkan konsep tradisional dengan sentuhan khas perdesaan. Pasar yang dikelilingi bambu serta dekorasi terbuat dari bahan serupa, membuat suasana terasa teduh dan damai. Beroperasi sejak bulan Juli 2024, pasar ndeso ini berada di Jl. Jeruk Gg. IV, RW.002, Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.  Keunikan utama pasar Ndeso ini terletak pada penggunaan keping kayu sebagai alat pembayaran yang memberikan pengalaman transaksi berbeda bagi pengunjung. Pengunjung tidak langsung menggunakan uang rupiah, tetapi menggunakan keping yang harus ditukar terlebih dahulu. “Pakai kepingan kayu yang berbentuk koin sama persegi, kalau yang persegi Rp 10.000 dan yang koin Rp 2.000” jelas Kusnul Khotimah, penjual. Keping kayu dan nasi pecel Pasar ini menjual berbagai kuliner khas Surabaya dan ...